Gardan mobil bukan cuma “kotak” yang meneruskan tenaga ke roda belakang.
Di dalamnya ada final drive dan differential yang mengubah arah serta perbandingan putaran tenaga, sekaligus memungkinkan roda kiri dan kanan berputar dengan kecepatan berbeda saat mobil berbelok.
Karena itu, memahami gardan berarti memahami:
- Ke mana tenaga mesin mengalir
- Bagaimana differential bekerja, dan
- Mengapa muncul gejala seperti bunyi dengung, bunyi kasar, atau kebocoran oli?
Daftar Isi
Apa Itu Gardan Mobil?
Gardan mobil adalah rangkaian final drive dan differential yang menerima putaran dari propeller shaft atau sistem transmisi, mengubah arah dan rasio putaran, lalu membagi tenaga ke roda penggerak.
Pada banyak kendaraan RWD, gardan berada di axle belakang, sedangkan pada FWD differential umumnya menyatu dengan transaxle di bagian depan.
Secara sederhana, aliran tenaga pada kendaraan RWD dapat digambarkan seperti ini:
Mesin → Kopling/torque converter → Transmisi → Propeller shaft → Pinion gear → Ring gear → Differential → Axle shaft → Roda
Jadi, istilah gardan dalam penggunaan sehari-hari sering merujuk pada satu unit axle assembly, tetapi secara teknis di dalamnya terdapat beberapa mekanisme berbeda, terutama final drive dan differential.
Apa bedanya gardan dan differential?
Keduanya sering dianggap sama, padahal fungsinya tidak sepenuhnya identik.
Final drive bertugas menurunkan putaran sekaligus meningkatkan torsi yang diteruskan ke roda. Komponen utamanya adalah pinion gear dan ring gear.
Sementara itu, differential memungkinkan roda kiri dan kanan pada satu axle berputar dengan kecepatan berbeda ketika kendaraan menikung.
Jadi, secara sederhana begini:
- Final drive = mengubah rasio dan arah putaran.
- Differential = membagi tenaga sambil memungkinkan perbedaan kecepatan putaran roda.
Apakah semua mobil memiliki gardan seperti mobil RWD?
Tidak.
Konfigurasi drivetrain sangat menentukan posisi dan bentuk differential.
| Konfigurasi | Posisi differential | Karakter umum |
|---|---|---|
| RWD | Umumnya di axle belakang | Tenaga menuju roda belakang melalui propeller shaft |
| FWD | Umumnya menyatu dengan transaxle di depan | Tidak menggunakan gardan belakang seperti RWD |
| AWD | Dapat memiliki differential depan, belakang, dan sistem pembagi torsi di tengah | Distribusi tenaga ke empat roda tergantung desain sistem |
| 4WD | Umumnya memiliki differential axle dan transfer case | Dirancang untuk mengatur penyaluran tenaga ke depan dan belakang |
Karena itu, saat membaca spesifikasi atau manual kendaraan, jangan langsung menganggap semua differential berbentuk gardan belakang seperti pada mobil RWD.
Apa Fungsi Gardan Mobil?
Fungsi gardan mobil adalah meneruskan dan mengolah tenaga dari drivetrain menuju roda penggerak dengan rasio final drive yang sesuai, sekaligus memungkinkan roda kiri dan kanan berputar dengan kecepatan berbeda melalui differential.
Kalau diuraikan, fungsi gardan mencakup beberapa hal penting.
1. Meneruskan tenaga ke roda penggerak
Gardan menjadi salah satu tahap terakhir dalam jalur penyaluran tenaga sebelum tenaga sampai ke roda.
Pada RWD, tenaga dari transmisi diteruskan melalui propeller shaft, kemudian masuk ke pinion gear dan diteruskan ke ring gear.
2. Mengubah arah aliran tenaga
Pada kendaraan RWD dengan mesin dan transmisi yang menghasilkan putaran sepanjang sumbu longitudinal kendaraan, gardan mengubah arah putaran menuju axle shaft dan roda.
Mekanisme ini dilakukan melalui pasangan pinion gear dan ring gear.
3. Mengurangi putaran dan meningkatkan torsi
Final drive menggunakan rasio gigi untuk menurunkan putaran sekaligus meningkatkan torsi pada sisi keluaran.
Contohnya, jika rasio final drive adalah 4,1:1, secara sederhana pinion perlu berputar sekitar 4,1 kali untuk menghasilkan satu putaran ring gear.
Dalam kondisi nyata, efisiensi dan beban drivetrain memengaruhi hasil aktual, tetapi prinsip dasarnya tetap sama.
4. Membagi tenaga ke roda kiri dan kanan
Differential membagi torsi ke kedua sisi axle dan memungkinkan keduanya berputar pada kecepatan berbeda.
Fungsi ini sangat penting ketika kendaraan menikung.
5. Menyesuaikan karakter kendaraan melalui final drive ratio
Rasio final drive memengaruhi karakter akselerasi dan putaran mesin pada kecepatan tertentu.
Rasio yang lebih tinggi secara numerik dapat membantu memberikan penggandaan torsi yang lebih besar di roda, tetapi konsekuensinya putaran drivetrain untuk kecepatan kendaraan tertentu juga menjadi lebih tinggi.
Bagaimana Cara Kerja Gardan Mobil?
Cara kerja gardan mobil dapat dipahami melalui aliran tenaga: putaran masuk ke pinion gear, memutar ring gear, diteruskan ke differential carrier, lalu dibagi ke side gear dan axle shaft.
Saat mobil berbelok, spider gear memungkinkan roda kiri dan kanan berputar pada kecepatan berbeda.
Supaya lebih mudah dipahami, pecah prosesnya menjadi beberapa tahap.
1. Tenaga masuk melalui pinion gear
Pada kendaraan RWD konvensional, tenaga dari transmisi masuk melalui propeller shaft.
Ujung propeller shaft terhubung dengan pinion gear.
Saat propeller shaft berputar, pinion gear ikut berputar.
2. Pinion memutar ring gear
Pinion gear berkaitan dengan ring gear yang memiliki diameter jauh lebih besar.
Perbedaan jumlah gigi antara keduanya menghasilkan final drive ratio.
Pada tahap ini, putaran diturunkan dan torsi yang tersedia di sisi output meningkat, dengan rugi-rugi mekanis yang tetap ada.
3. Ring gear memutar differential carrier
Ring gear terpasang pada differential case atau carrier.
Ketika ring gear berputar, carrier ikut berputar.
Di dalam carrier terdapat rangkaian gear yang memungkinkan sisi kiri dan kanan axle memiliki kecepatan berbeda.
4. Spider gear dan side gear membagi gerakan
Pada open differential konvensional, terdapat spider gear yang berkaitan dengan side gear.
Side gear terhubung ke masing-masing axle shaft.
Saat mobil bergerak lurus dengan kondisi traksi relatif sama, mekanisme differential berputar sebagai satu kesatuan sehingga kedua roda berputar hampir sama.
Namun saat kendaraan berbelok, mekanisme ini berubah.
5. Saat mobil berbelok, roda luar berputar lebih cepat
Ketika mobil mengambil tikungan, roda luar harus menempuh jarak lebih jauh daripada roda dalam.
Kalau kedua roda dipaksa berputar dengan kecepatan yang sama, akan terjadi scrubbing atau slip pada salah satu roda.
Differential mengatasi masalah tersebut dengan memungkinkan perbedaan kecepatan putaran.
Gambaran sederhananya:
Jalan lurus:
Roda kiri ≈ kecepatan sama ≈ roda kanan
Saat berbelok:
Roda luar → berputar lebih cepat
Roda dalam → berputar lebih lambat
Perbedaan kecepatan inilah yang menjadi salah satu fungsi terpenting differential.
Apakah differential selalu membagi tenaga 50:50?
Untuk open differential, penjelasan sederhana “50:50” sering digunakan untuk memahami prinsip dasar pembagian torsi pada kondisi ideal.
Namun dalam diagnosis nyata, perilaku torsi tidak sesederhana sekadar membagi daya secara absolut 50:50. Kondisi traksi, desain differential, beban, dan karakter sistem sangat berpengaruh.
Karena itu, jangan menggunakan angka 50:50 sebagai diagnosis universal untuk semua differential.

Baca juga: [Cara Kerja Gardan Mobil]
Komponen Gardan Mobil dan Fungsinya
Komponen gardan terdiri dari final drive, differential, axle shaft, bearing, seal, housing, dan sistem pelumasan.
Masing-masing memiliki tugas berbeda sehingga kerusakan satu komponen dapat menghasilkan gejala yang berbeda pula.
Berikut komponen yang umum ditemukan pada gardan konvensional.
| Komponen | Fungsi |
|---|---|
| Differential housing/axle housing | Menjadi rumah komponen gardan sekaligus menopang dan melindungi mekanisme di dalamnya |
| Pinion gear | Menerima putaran dari propeller shaft dan menggerakkan ring gear |
| Ring gear | Menerima putaran pinion serta menghasilkan reduksi final drive |
| Differential carrier/case | Menopang mekanisme differential dan terhubung dengan ring gear |
| Spider gear | Memungkinkan perbedaan putaran antara sisi kiri dan kanan pada open differential |
| Side gear | Terhubung dengan axle shaft dan menerima gerakan dari differential |
| Axle shaft | Meneruskan torsi dari differential menuju roda |
| Bearing | Menopang shaft dan gear agar dapat berputar dengan stabil |
| Oil seal | Mencegah oli keluar dari area poros yang berputar |
| Differential oil/gear oil | Melumasi dan membantu mendinginkan komponen yang mengalami gesekan dan beban tinggi |
1. Pinion gear
Pinion gear merupakan roda gigi kecil yang menerima putaran dari propeller shaft.
Komponen ini bekerja berpasangan dengan ring gear. Karena bekerja pada beban tinggi, kondisi bearing, preload, backlash, dan pola kontak gigi sangat penting.
2. Ring gear
Ring gear adalah roda gigi besar yang dipasang pada differential carrier.
Hubungan antara jumlah gigi ring gear dan pinion gear menentukan final drive ratio.
3. Differential carrier
Carrier menjadi tempat mekanisme differential bekerja.
Ring gear terpasang pada carrier sehingga putaran ring gear menghasilkan gerakan pada seluruh assembly differential.
4. Spider gear
Spider gear merupakan bagian penting pada differential konvensional.
Gear ini memungkinkan sisi kiri dan kanan axle mengalami perbedaan kecepatan ketika kendaraan berbelok.
5. Side gear
Side gear berhubungan dengan axle shaft.
Ketika mekanisme differential bekerja, side gear mentransmisikan gerakan menuju sisi kiri dan kanan.
6. Axle shaft
Axle shaft meneruskan torsi dari differential menuju roda.
Pada desain kendaraan yang berbeda, konstruksi axle shaft dan hub assembly juga dapat berbeda.
7. Bearing dan seal
Bearing menjaga shaft atau gear tetap terpusat dan dapat berputar dengan stabil.
Sementara oil seal mencegah pelumas keluar dari housing.
Masalah pada keduanya dapat memicu gejala seperti bunyi dengung, panas berlebih, getaran, atau kebocoran oli.
Baca juga: [Komponen Gardan Mobil dan Fungsi Masing-Masing Bagian]
Jenis-Jenis Gardan/Differential
Jenis differential yang digunakan kendaraan berbeda-beda, mulai dari open differential hingga limited-slip dan locking differential.
Perbedaannya terutama terletak pada bagaimana sistem mengatur perbedaan kecepatan dan distribusi torsi antarroda.
1. Open Differential
Open differential adalah tipe yang sangat umum digunakan pada kendaraan.
Keunggulannya adalah konstruksi relatif sederhana dan memungkinkan roda kiri-kanan berputar dengan mudah pada kecepatan berbeda ketika menikung.
Namun, salah satu keterbatasannya muncul ketika salah satu roda kehilangan traksi.
Jika satu roda berada pada permukaan yang sangat licin, kemampuan sistem untuk menyalurkan torsi efektif ke roda yang memiliki grip lebih baik menjadi terbatas.
2. Limited Slip Differential (LSD)
Limited Slip Differential dirancang untuk membatasi perbedaan kecepatan berlebihan antara dua sisi axle dibandingkan open differential.
Desain LSD dapat menggunakan pendekatan mekanis berbeda, misalnya menggunakan clutch pack atau mekanisme gear tertentu.
Tujuannya adalah membantu mempertahankan distribusi torsi yang lebih berguna ketika terjadi perbedaan traksi.
Karakter kerja LSD juga sangat bergantung pada desainnya.
3. Locking Differential
Locking differential dapat mengunci atau sangat membatasi perbedaan kecepatan antara sisi kiri dan kanan ketika kondisi tertentu terpenuhi atau ketika pengemudi mengaktifkannya, tergantung desain kendaraan.
Sistem ini berguna pada kondisi dengan traksi sangat berbeda, terutama pada kendaraan yang dirancang untuk off-road.
4. Torsen Differential
Torsen merupakan salah satu bentuk torque-sensing differential yang memanfaatkan konfigurasi gear untuk merespons perbedaan torsi antar-sisi.
Sistem ini berbeda karakter dari LSD berbasis clutch karena mekanisme pembatasan slip berasal dari hubungan gear tersebut.
5. Differential pada AWD dan 4WD
Pada kendaraan AWD atau 4WD, sistem penggerak dapat memiliki lebih dari satu differential.
Tergantung desainnya, kendaraan dapat memiliki:
- differential depan;
- differential belakang;
- center differential atau mekanisme pembagi torsi;
- coupling atau sistem kontrol elektronik tertentu.
Karena itu, ketika membahas “gardan mobil”, penting melihat konfigurasi kendaraan secara spesifik.
Pada beberapa kendaraan modern, fungsi distribusi torsi dapat melibatkan kontrol elektronik sehingga diagnosis tidak cukup hanya memeriksa gardan secara mekanis.
Ciri-Ciri Gardan Mobil Rusak
Ciri gardan mobil bermasalah antara lain bunyi dengung atau menderu, bunyi kasar, getaran, kebocoran oli, panas berlebih, dan perubahan suara yang mengikuti kecepatan kendaraan.
Namun satu gejala saja tidak cukup untuk memastikan gardan rusak karena bunyi drivetrain dapat berasal dari komponen lain.
Ini bagian penting saat troubleshooting.
Jangan langsung menyimpulkan:
“Ada bunyi dengung = gardan pasti rusak.”
Diagnosis harus mempertimbangkan kapan bunyi muncul, apakah mengikuti kecepatan kendaraan atau putaran mesin, serta apakah bunyi berubah ketika akselerasi, deselerasi, atau saat menikung.
1. Muncul bunyi dengung atau menderu
Bunyi whining, humming, atau humming-like noise dapat berhubungan dengan gear, bearing, backlash, preload, pola kontak gigi, kondisi pelumasan, atau keausan komponen.
Karakter bunyi menjadi petunjuk penting.
Misalnya:
| Kondisi Muncul Bunyi | Area yang Diperiksa |
|---|---|
| Bunyi mengikuti kecepatan kendaraan | Final drive, bearing roda, bearing axle, atau komponen drivetrain lain |
| Bunyi lebih jelas saat akselerasi | Kontak gear/bearing dengan beban tertentu |
| Bunyi muncul saat deselerasi | Kondisi gear mesh, preload, backlash, atau bearing |
| Bunyi berubah saat menikung | Differential, bearing roda, atau komponen sisi axle |
| Bunyi kasar terus-menerus | Pelumasan, bearing, gear, atau kerusakan mekanis lain |
Tabel tersebut adalah arah diagnosis, bukan diagnosis absolut.
2. Gardan terasa lebih panas dari normal
Panas berlebihan dapat berkaitan dengan gesekan yang meningkat, pelumasan yang tidak sesuai, level oli rendah, bearing bermasalah, atau kondisi beban tertentu.
Namun suhu juga harus dinilai berdasarkan kondisi operasi kendaraan.
3. Terjadi kebocoran oli gardan
Kebocoran dapat berasal dari area seperti pinion seal, axle seal, cover, gasket, atau sambungan housing, tergantung desain gardan.
Masalah ini tidak boleh dianggap sepele karena kehilangan pelumas dapat mempercepat keausan gear dan bearing.
4. Muncul bunyi “kletek” atau bunyi ketukan
Bunyi ketukan dapat berasal dari beberapa bagian drivetrain.
Penyebab potensial antara lain:
- backlash yang tidak sesuai;
- keausan gear;
- bearing;
- axle atau CV joint pada konfigurasi tertentu;
- komponen drivetrain lain yang memiliki kelonggaran.
Artinya, lokasi bunyi harus ditentukan sebelum komponen diganti.
5. Getaran dari area drivetrain
Getaran bisa berkaitan dengan gardan, tetapi juga bisa berasal dari propeller shaft, universal joint, axle, wheel/tire assembly, bearing roda, atau komponen lain.
Karena itu, pemeriksaan visual dan pengujian kendaraan menjadi penting.
Baca juga: [Penyebab Bunyi Dengung pada Gardan Mobil dan Cara Membedakannya]
Cara Mengecek Gardan Mobil
Cara mengecek gardan mobil dimulai dari pemeriksaan gejala, kondisi oli, kebocoran, suara, temperatur, dan kelonggaran komponen.
Pemeriksaan lanjutan sebaiknya menggunakan prosedur servis dan spesifikasi kendaraan karena nilai backlash, preload, torsi pengencangan, serta jenis oli berbeda antar-model.
Gunakan pendekatan diagnosis bertahap berikut.
Langkah 1: Identifikasi kapan gejala muncul
Catat kondisi saat masalah terjadi:
Akselerasi → deselerasi → kecepatan konstan → menikung → jalan bergelombang
Perubahan gejala pada kondisi tertentu dapat membantu mempersempit sumber masalah.
Langkah 2: Tentukan apakah bunyi mengikuti RPM atau kecepatan kendaraan
Ini salah satu langkah penting.
Kalau bunyi lebih mengikuti RPM mesin, sumber masalah belum tentu gardan.
Kalau bunyi lebih mengikuti kecepatan kendaraan, pemeriksaan bisa diarahkan ke roda, axle, bearing, propeller shaft, final drive, dan komponen drivetrain lain.
Langkah 3: Periksa kebocoran
Lihat area housing gardan, pinion seal, axle seal, cover, atau sambungan lainnya.
Jangan hanya mencari tetesan oli.
Perhatikan juga adanya area basah, rembesan, atau oli yang terlempar ke komponen sekitar.
Langkah 4: Periksa kondisi dan level oli
Gunakan jenis dan spesifikasi oli sesuai manual kendaraan.
Jangan mengganti oli gardan hanya berdasarkan kekentalan yang “terasa cocok”.
Kendaraan tertentu dapat membutuhkan spesifikasi gear oil yang berbeda, bahkan memiliki persyaratan khusus untuk differential tertentu.
Langkah 5: Dengarkan karakter suara
Lakukan road test secara aman dan amati:
- kapan suara muncul;
- apakah suara naik seiring kecepatan;
- apakah suara berubah ketika throttle dibuka;
- apakah suara berubah ketika deselerasi;
- apakah suara berubah ketika menikung.
Catatan gejala seperti ini jauh lebih berguna daripada sekadar mengatakan “gardan bunyi”.
Langkah 6: Periksa komponen terkait
Jika indikasi mengarah ke gardan, pemeriksaan jangan berhenti pada unit differential.
Periksa juga:
propeller shaft → universal joint → axle shaft → wheel bearing → differential
Tujuannya adalah menghindari salah diagnosis.
Langkah 7: Lakukan pemeriksaan mekanis sesuai spesifikasi
Pada gardan yang dibongkar, pemeriksaan dapat mencakup backlash, bearing preload, contact pattern, kondisi permukaan gear, bearing, serta kelonggaran komponen.
Nilainya harus mengikuti spesifikasi pabrikan kendaraan.
Baca juga: [Cara Mengecek Gardan Mobil untuk Mengetahui Sumber Bunyi dan Kerusakan]

FAQ Gardan Mobil
Gardan mobil adalah rangkaian final drive dan differential yang meneruskan tenaga menuju roda penggerak, mengubah rasio dan arah putaran, serta memungkinkan roda kiri dan kanan berputar dengan kecepatan berbeda.
Fungsi gardan meliputi meneruskan tenaga, melakukan reduksi final drive, meningkatkan torsi di sisi output, serta memungkinkan perbedaan kecepatan putaran antara roda kiri dan kanan melalui differential.
Tidak persis. Differential merupakan mekanisme di dalam sistem final drive/axle yang memungkinkan perbedaan kecepatan roda. Dalam penggunaan sehari-hari, istilah “gardan” sering dipakai untuk menyebut satu assembly yang di dalamnya terdapat differential.
Gejala yang dapat muncul antara lain bunyi dengung, bunyi kasar, getaran, kebocoran oli, panas berlebih, atau perubahan suara saat akselerasi, deselerasi, maupun menikung. Namun gejala tersebut tidak otomatis membuktikan gardan sebagai sumber kerusakan.
Bunyi dengung dapat berkaitan dengan gear mesh, bearing, backlash, preload, pelumasan, atau komponen drivetrain lain. Diagnosis perlu melihat kapan bunyi muncul dan bagaimana bunyi berubah terhadap beban serta kecepatan kendaraan.
Memahami Gardan Tidak Cukup Hanya dari Teori
Dari luar, gardan mungkin terlihat seperti satu komponen besar yang tugasnya hanya “menyalurkan tenaga ke roda”.
Padahal ketika dibongkar secara prinsip, ada alur power flow, final drive, gear mesh, differential action, bearing, lubrication, backlash, dan berbagai kemungkinan failure mode yang saling berkaitan.
Itulah alasan diagnosis gardan tidak cukup dilakukan dengan mendengar satu bunyi lalu langsung mengganti komponen.
Kamu perlu bisa menghubungkan:
gejala → kondisi kerja → komponen yang dicurigai → pengujian → hasil pengukuran → keputusan perbaikan.
Kemampuan seperti inilah yang membedakan sekadar tahu nama komponen dengan benar-benar memahami sistem kendaraan.
Kalau kamu ingin mempelajari sistem otomotif lebih jauh, termasuk drivetrain, engine, chassis, EFI, electrical, hingga metode diagnosis dan troubleshooting secara praktik, pembelajaran langsung akan membantu menghubungkan teori dengan kondisi komponen yang sebenarnya.
Di OJC Auto Course, materi otomotif diarahkan agar peserta tidak hanya memahami teori.
Tetapi, juga membangun kemampuan praktik dan diagnosis sebagai mekanik level 3 (Mechanical Inspection) yang “KOMPETEN & BERKARAKTER.”
Jadi, belajar otomotif bukan berhenti pada pertanyaan “gardan itu apa?”, tetapi berkembang menjadi kemampuan menjawab:
“Tenaga masuk dari mana, bagaimana mekanismenya bekerja, gejalanya menunjukkan apa, dan bagaimana cara membuktikannya?”
Bingung Mulai Belajar Otomotif dari Mana? Konsultasikan Jalur Belajarmu
Memahami gardan memang bisa dimulai dari artikel dan video.
Namun ketika kamu mulai masuk ke cara membaca gejala, menentukan komponen yang dicurigai, melakukan pengukuran, hingga mengambil keputusan perbaikan, kebutuhan belajarnya sudah berbeda.
Di tahap ini, tantangannya bukan lagi sekadar mencari materi.
Kamu perlu tahu apa yang harus dipelajari lebih dulu dan bagaimana urutannya agar tidak belajar secara acak.
Apalagi jalur belajar setiap orang bisa berbeda.
Pemilik mobil mungkin cukup membutuhkan pemahaman dasar dan troubleshooting.
Siswa SMK atau pemula mungkin perlu membangun fondasi engine, chassis, drivetrain, EFI, dan electrical terlebih dahulu.
Sementara calon mekanik membutuhkan pembelajaran yang lebih terstruktur dengan porsi praktik dan diagnosis yang lebih kuat.
Karena itu, sebelum memilih program belajar otomotif, kamu bisa konsultasikan dulu jalur belajar yang paling sesuai dengan tujuanmu.
Konsultasi Jalur Belajar Otomotif dengan OJC Auto Course
OJC Auto Course menyediakan kelas kursus mekanik yang dapat membantu kamu memetakan kebutuhan belajar berdasarkan level kemampuan, tujuan, dan bidang otomotif yang ingin dikuasai.
Jadi, kamu tidak harus langsung menentukan kelas sendiri.
Mulailah dari konsultasi untuk mengetahui jalur yang paling relevan, terutama kalau kamu masih bingung harus mulai dari sistem apa, materi apa yang perlu dikuasai, dan program belajar mana yang paling sesuai.
Butuh arahan sebelum mulai belajar otomotif? Konsultasikan jalur belajarmu bersama tim OJC Auto Course.
Dengan pendekatan belajar yang tepat, targetnya bukan sekadar hafal nama komponen, tetapi berkembang menjadi pribadi yang KOMPETEN & BERKARAKTER dan mampu memahami sistem kendaraan secara lebih menyeluruh.







1 Comment
[…] Mekanisme inilah yang dilakukan oleh differential (diferensial) di dalam gardan mobil. […]