Kenali Jenis-Jenis Sparepart Mobil: Wajib Tahu Sebelum Beli atau Jual!

spaerpart mobil OEM

Mobil bukan hanya sekadar alat transportasi, tapi juga aset yang bernilai. Agar mobil tetap nyaman dikendarai dan memiliki umur panjang, perawatan secara rutin adalah sebuah keharusan.

Salah satu aspek penting dalam perawatan mobil adalah penggunaan sparepart.

Sayangnya, banyak pemilik kendaraan maupun penjual mobil yang kurang memahami detail tentang jenis-jenis sparepart.

Padahal, pengetahuan ini sangat penting, baik untuk mencegah kerugian saat membeli, maupun menambah nilai jual ketika melepas mobil.

Artikel ini akan mengupas secara lengkap tentang jenis sparepart mobil, fungsinya, tips membeli, hingga kesalahan umum yang sering dilakukan pengguna.

Mengapa Pengetahuan tentang Sparepart Mobil Itu Penting?

Banyak orang menganggap sparepart hanya sebagai “pengganti komponen rusak”. Padahal, lebih dari itu:

  • Menjaga performa mobil → komponen asli menjaga kenyamanan dan keselamatan.
  • Menghemat biaya jangka panjang → membeli sparepart yang tepat mengurangi risiko kerusakan berulang.
  • Meningkatkan nilai jual mobil → mobil dengan sparepart terawat lebih dihargai pembeli.
  • Menghindari penipuan → tahu jenis sparepart membuat kita tidak mudah terjebak produk palsu atau kualitas rendah.

Jenis-Jenis Sparepart Mobil Secara Umum

Secara garis besar, sparepart mobil dapat dikelompokkan menjadi beberapa jenis berdasarkan fungsi dan perannya dalam sistem kendaraan. Berikut pembagiannya:

1. Sparepart Mesin (Engine Parts)

Mesin adalah jantung kendaraan. Komponen yang termasuk sparepart mesin antara lain:

  • Piston dan ring piston → menjaga kompresi ruang bakar.
  • Silinder blok → tempat piston bergerak.
  • Katup (valve) → mengatur masuk-keluarnya campuran udara dan bahan bakar.
  • Timing belt/chain → mengatur putaran mesin agar sinkron.
  • Busi → memantik api pada ruang bakar.

Fungsi utama: memastikan proses pembakaran berlangsung optimal sehingga mobil dapat bergerak dengan baik.

2. Sparepart Sistem Transmisi

Komponen ini berfungsi menyalurkan tenaga mesin ke roda.

  • Kopling (clutch disc, cover, bearing)
  • Gearbox / transmisi manual maupun otomatis
  • Drive shaft
  • Differential gear

Tanda perlu diganti: sulit pindah gigi, suara berisik saat berkendara, atau getaran berlebih.

3. Sparepart Sistem Suspensi & Kaki-Kaki

Suspensi menentukan kenyamanan berkendara. Komponen utamanya meliputi:

  • Shock absorber (peredam kejut)
  • Per (coil spring/leaf spring)
  • Ball joint & tie rod
  • Stabilizer link
  • Bearing roda

Fungsi: meredam getaran, menjaga stabilitas, dan mengurangi guncangan di jalan.

4. Sparepart Sistem Rem

Keselamatan sangat tergantung pada rem. Jenis sparepart sistem rem:

  • Kampas rem (brake pad/shoe)
  • Master rem
  • Cakram rem (disc brake)
  • Minyak rem (brake fluid)
  • Kaliper rem

Tanda perlu diganti: bunyi berdecit, rem kurang pakem, pedal terasa dalam atau keras.

5. Sparepart Sistem Listrik (Electrical Parts)

Sistem kelistrikan mobil semakin kompleks, apalagi pada mobil modern. Komponen pentingnya meliputi:

  • Aki (accu/battery)
  • Alternator
  • Starter motor
  • Lampu-lampu
  • ECU (Engine Control Unit)

Fungsi: mendukung sistem starter, penerangan, hingga pengendalian mesin berbasis komputer.

6. Sparepart Sistem Pendingin (Cooling System)

Agar mesin tidak overheat, mobil butuh sistem pendingin. Komponennya antara lain:

  • Radiator
  • Kipas pendingin (cooling fan)
  • Thermostat
  • Water pump
  • Coolant (cairan pendingin)

7. Sparepart Bodi & Interior

Selain bagian teknis, ada juga sparepart yang bersifat estetika maupun fungsional:

  • Bumper, pintu, kap mesin
  • Kaca mobil
  • Jok dan trim interior
  • Dashboard
  • Spion

8. Sparepart Consumable (Cepat Habis)

Jenis ini sering diganti secara rutin:

  • Oli mesin & oli transmisi
  • Filter oli, filter udara, filter bahan bakar
  • Kampas rem & kopling
  • Busi
  • Wiper

Baca juga: Bagaimana Cara Kerja Mesin Mobil? Penjelasan Lengkap untuk Pemula

Jenis Sparepart Berdasarkan Asal & Kualitas

Selain berdasarkan fungsi, sparepart juga dikategorikan berdasarkan kualitas dan asal produksinya.

1. Original Equipment Manufacturer (OEM)

  • Diproduksi langsung oleh pabrikan mobil atau vendor resmi.
  • Kualitas tinggi dan sesuai standar kendaraan.
  • Harga relatif mahal.
  • Cocok untuk menjaga keaslian mobil.

2. Original Equipment Replacement (OER)

  • Bukan buatan pabrikan utama, tapi dibuat sesuai standar OEM.
  • Harga lebih terjangkau.
  • Kualitas mendekati asli.

3. Aftermarket Parts

  • Diproduksi oleh pihak ketiga.
  • Variasi harga dan kualitas sangat beragam.
  • Bisa jadi lebih awet, tapi ada juga yang cepat rusak.
  • Populer di kalangan modifikasi mobil.

4. Rekondisi (Rebuilt Parts)

  • Komponen bekas yang diperbaiki agar bisa digunakan kembali.
  • Harga lebih murah.
  • Risiko keawetan lebih tinggi dibanding OEM.

5. Palsu / KW (Counterfeit Parts)

  • Produk tiruan dengan kualitas rendah.
  • Harganya sangat murah, tapi berbahaya bagi keselamatan.
  • Harus dihindari.

Baca juga: Sparepart OEM vs Original vs Aftermarket: Mana yang Terbaik?

Studi Kasus: Bahaya Menggunakan Sparepart Palsu

Agar lebih nyata, mari kita lihat contoh kasus yang sering terjadi.

Kasus 1: Kampas Rem KW yang Membahayakan

Seorang pengendara di Yogyakarta mengganti kampas rem mobilnya dengan produk yang jauh lebih murah dari harga normal.

Awalnya terlihat aman, namun setelah dua bulan, kampas rem tersebut cepat aus dan menimbulkan suara berdecit.

Akibatnya, jarak pengereman menjadi sangat panjang. Hal ini berpotensi mengakibatkan kecelakaan serius.

Pelajaran: jangan pernah kompromi soal sparepart yang berhubungan dengan keselamatan.

Kasus 2: Aki Murah vs Aki Original

Banyak pengguna mobil tergiur aki murah di marketplace. Setelah dipasang, ternyata aki hanya bertahan 6 bulan, padahal aki OEM bisa bertahan hingga 2–3 tahun. Jika dihitung, biaya pergantian aki abal-abal justru lebih besar.

Pelajaran: sparepart murah belum tentu hemat.

Kasus 3: Mobil Bekas dengan Sparepart Asli Lebih Tinggi Harganya

Dalam jual-beli mobil bekas, pembeli cenderung memilih mobil yang menggunakan sparepart asli dengan bukti riwayat servis.

Selisih harga mobil dengan sparepart asli bisa mencapai 5–10% lebih tinggi dibanding mobil dengan sparepart campuran KW.

Pelajaran: sparepart bukan sekadar pengeluaran, tapi juga investasi nilai jual kendaraan.

FAQ: Pertanyaan Umum Seputar Sparepart Mobil

1. Bagaimana cara membedakan sparepart asli dengan palsu?

  • Cek kode part number.
  • Lihat kemasan (sparepart asli biasanya punya hologram/label resmi).
  • Harga terlalu murah patut dicurigai.

2. Apakah aftermarket selalu lebih jelek dari OEM?
Tidak selalu. Aftermarket berkualitas tinggi bisa setara atau bahkan lebih baik dari OEM, terutama untuk modifikasi. Namun, untuk komponen vital (rem, suspensi, mesin), OEM lebih disarankan.

3. Kapan sebaiknya sparepart diganti?
Tergantung komponen. Contoh: oli mesin tiap 5.000–10.000 km, kampas rem 20.000–30.000 km, busi 10.000–20.000 km.

4. Apakah sparepart rekondisi aman digunakan?
Relatif. Jika direkondisi oleh bengkel resmi dengan standar ketat, cukup aman. Namun jika tidak jelas asal-usulnya, sebaiknya dihindari.

5. Apakah bisa klaim garansi jika menggunakan sparepart non-OEM?
Sebagian pabrikan menolak klaim garansi jika terbukti menggunakan sparepart non-OEM. Jadi, pastikan membaca syarat garansi mobil Anda.

Checklist Praktis: Panduan Sebelum Membeli Sparepart Mobil

Untuk mempermudah, berikut checklist singkat yang bisa digunakan sebelum membeli:

  • Pastikan nomor part sesuai dengan tipe mobil Anda.
  • Beli di dealer resmi atau toko terpercaya.
  • Bandingkan harga pasar agar tidak tertipu barang palsu.
  • Pilih OEM untuk komponen vital (rem, mesin, suspensi)
  • Cek garansi produk minimal 3–6 bulan.
  • Hindari membeli hanya karena harga murah.

Mengetahui jenis sparepart mobil bukan hanya membuat Anda lebih pintar dalam merawat kendaraan, tapi juga lebih aman dalam membeli dan menjual mobil.

  • Bagi pemilik mobil: pengetahuan ini menjaga performa, menghemat biaya, dan mencegah kerugian akibat barang palsu.
  • Bagi penjual mobil: penggunaan sparepart asli meningkatkan nilai jual dan membangun kepercayaan calon pembeli.

Intinya, jangan pernah menganggap enteng soal sparepart. Karena mobil yang baik berawal dari komponen yang tepat.

Ingin Lebih Paham Tentang Sparepart Mobil? Saatnya Upgrade Skill!

Kalau Anda membaca artikel ini sampai akhir, pasti sudah sadar betapa berbagai jenis sparepart mobil.

Dari mesin, rem, suspensi, sampai kelistrikan—semuanya punya detail teknis yang kadang bikin bingung kalau hanya mengandalkan bacaan saja.

Bayangkan, kalau Anda bisa:

  • Mendiagnosa kerusakan sparepart tanpa harus menunggu montir.
  • Membedakan sparepart asli dan palsu hanya dengan melihat detail fisiknya.
  • Menguasai ilmu dasar otomotif sehingga tidak mudah ditipu saat beli atau jual mobil.

Itu semua bukan cuma teori. Anda bisa benar-benar mempraktikkan dan menguasainya lewat program Kursus Otomotif di OJC Auto Course.

Kenapa Harus Belajar di OJC Auto Course?

  • Belajar langsung dari praktisi otomotif berpengalaman.
  • Materi lengkap: mesin, sistem rem, suspensi, kelistrikan, AC mobil, hingga manajemen bengkel.
  • Kursus bersertifikat yang diakui industri.
  • Fleksibel untuk lulusan SMK, pemula, maupun yang ingin buka usaha bengkel sendiri.

Dengan skill ini, Anda bukan hanya paham sparepart mobil, tapi juga bisa membangun karier atau usaha sendiri di bidang otomotif.

Jadi, jangan berhenti hanya sebatas membaca artikel.
Klik di sini untuk info lengkap & pendaftaran

Daftar Kursus Otomotif Bersertifikat di OJC Auto Course

Mulai Diskusi